Kotak Biru

Ruang Berbagi Cerita, Ide, dan Mimpi

PENDAHULUAN
Penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah atau menemukan sesuatu yang baru. Cara ilmiah di sini berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Dalam proses penelitian ilmiah akan diperoleh data-data yang akan diproses dan pada akhirnya diterjemahkan menjadi suatu hasil atau kesimpulan dari penelitian tersebut. Untuk mendapatkan data tersebut maka diperlukan suatu alat ukur/instrumen. Nah, proses dalam menyusun alat ukur (instrumen) penelitian sangatlah penting karena instrumen tersebut menjadi pedoman untuk mengukur variabel-variabel penelitian. Variabel-variabel penelitian ...

tersebut perlu diukur agar hubungan antara variabel dapat diungkapkan.

INSTRUMEN (ALAT UKUR)

Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data, sedangkan dalam penelitian kualitatif-naturalistik peneliti akan lebih banyak menjadi instrumen, karena dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan key instruments.
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrumen yang akan digunakan untuk penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Sebuah instrumen dikatakn baik jika memenuhi dua kriteria sebagai berikut:
a. Valid
Valid adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Analoginya misalnya meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat.

b. Reliabel
Reliabel adalah keajekan (konsistensi) alat pengumpul data/ instrumen dalam mengukur apa saja yang diukur. Instrumen yang reliabel maksudnya instrumen yang jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Meteran dari karet yang digunakan untuk mengukur panjang merupakan contoh alat ukur yang tidak reliabel.

Untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen Insya Allah akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

DATA DAN JENIS DATA
Data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta.
Jenis data:
a. Data kualiatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristik berupa pertanyaan atau kata-kata.
b. Data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka.

JENIS-JENIS SKALA PENGUKURAN
a. Skala nominal yaitu skala yang paling sederhana disusun menurut jenis atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lainnya.
contoh:
jenis kelamin: laki-laki (1)
perempuan (2)
suku daerah: jawa (1)
madura (2)
bugis (3)
batak (4)
sunda (5)
b. Skala ordinal yaitu skala yang didasarkan pada ranking, diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang yang paling rendah atau sebaliknya.
contoh:
status sosial: kaya(1)
sederhana (2)
miskin (3)
c. Skala interval yaitu skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama.
contoh:
temperatur atau suhu
skor IQ
kualitas pelayanan: sangat puas (5)
puas (4)
cukup puas (3)
kuranag puas (2)
tidak puas(1)
d. Skala ratio yaitu skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama.
contoh:
berat badan
tinggi badan
jarak
panjang

Tipe-Tipe Skala Pengukuran
a. Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian.misal: skala sikap,skala moral,test karakter,skala partisipasi sosial.
b. Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial. misal: skala mengukur status sosial ekonomi,dll.

Dari tipe-tipe skala pengukuran, maka dalam pembahasan kali ini hanya dipaparkan skala untuk mengkur sikap mengingat perkembangan ilmu sosiologi dan psikologi, maka instrumen penelitian akan lebih menekankan pada pengukuran sikap yang menggunakan skala sikap.

BENTUK-BENTUK SKALA SIKAP
Dalam kesempatan ini hanya akan dibahas 3 dari 5 bentuk skala sikap yaitu skala Likert, Skala Guttman, Skala Diferensial Semantik. Untuk Skala Ratio dann skala Thurstone akan dijelaskan lain waktu.
a. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial.
Contohnya:
Sangat Setuju (SS) = 5
Setuju (S) = 4
Netral (N) = 3
Tidak Setuju (TS) = 2
Sangat Tidak Setuju (STS) = 1
* Nilai sebaliknya untuk pertanyaan negatif.
b. Skala guttman merupakan skala kumulatif, digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten. hanya menggunakan 2 interval yaitu benar (b) dan salah (s)
contohnya:
apakah anda sudah memiliki pacar?
a. sudah (1)
b. belum (0)

c. Skala diferensial semantik atau skala perbedaan semantik berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub), sperti panas-dingin, baik-tidak baik.
contohnya:
berilah tanda x pada nilai yang sesuai dengan persepsi anda.
tidak ramah-------------------------------------------ramah
1 2 3 4 5

METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.

Jenis metode dan jenis instrumen yang digunakan sebagai berikut:
a. Angket (questionnaire): angket, daftar cocok, skala, dan inventori dll.
b. Wawancara (interview): pedoman wawancara, daftar cocok dll.
c. Pengamatan/observasi (observation): lembar pengamatan, panduan pengamatan, panduan observasi, daftar cocok dll.
d. Ujian atau tes (test): soal ujian/tes, inventori dll.
e. Dokumentasi: daftar cocok, tabel, gambar dll.

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN INSTRUMEN
a. mengindentifikasi variabel-variabel dalam rumusan judul penelitian.
b. menjabarkan variabel tersebut menjadi sub variabel/dimensi
c. mencari indikator/ aspek setiap sub variabel
d. menderetkan deskriptor dari setiap indikator
e. merumuskan setiap deskriptor menjadi butir-butir instrumen
f. melengkapi instrumen dengan petunjuk pengisian dan kata pengantar.
Selain itu, dalam menyusun butir-butir instrumen pengumpulan data perlu juga diperhatikan:
a. Pertimbangan dari peneliti: (1) mengenai variabel yang akan diungkap, (2) tersedianya tenaga, waktu, dana, dan mudahnya analisis, (3) teknik pengujian realibilitas yang akan dipilih.
b. Pertimbangan dari responden: (1) pemahaman responden tentang item-item pernyataan/pertanyaan, (2) kesibukan responden, maksudnya menyangkut pekerjaan dikantor, nelayan,petani,dokter, dll.


print halaman ini

Related Post



0 komentar:

Poskan Komentar